13.4.09

Main yuuk...


Siapa bilang bayi tak bisa diajak bermain? Dan itu tak hanya membuatnya senang tapi sekaligus memberi rangsangan bagi tumbuh-kembangnya.

Kehidupan bayi memang tak bisa dilepaskan dari bermain. Sebab, bermain sangat penting untuk tumbuh-kembangnya. Antara lain, mengembangkan kemampuan pancaindera dan berbagai keterampilan fisik, mengenal orang dan benda di lingkungannya. Juga, bermain menimbulkan kegembiraan. Jika tak ada kesempatan bermain, ia akan bosan dan menangis untuk memperoleh perhatian.

Namun di tengah membanjirnya produksi mainan anak, orang tua juga ternyata perlu selektif memilihnya. Beberapa kriteria perlu diperhatikan agar mainan yang kita berikan pada anak-anak memiliki nilai manfaat dan juga aman bagi mereka.

Berikut ini kriteria mainan dan permainan anak yang bisa menjadi acuan bagi orang tua:

  • Berasal dari bahan yang aman (tidak mengandung racun)
  • Bisa mengaktifkan saraf motorik (motorik kasar maupun motorik halus)
    Contoh: balok-balok kayu, bola berbagai ukuran, gelas-gelas plastik untuk di tumpuk, manik-manik besar untuk dironce, alat jahit mainan, pasir dan air, lempung mainan, kelereng luncur, mobil-mobilan yang bisa ditarik, sepeda roda tiga, ayunan, perosotan, dll
  • Bisa mengaktifkan sisi kognitif otak
    Contoh: kartu-kartu kata, kartu-kartu gambar, PAS, logico,puzzle (dari kertas, kayu, atau bahan sintetis), buku-buku cerita, balok-balok bongkar pasang, dll.
  • Memungkinkan adanya interaksi dengan anak sebaya atau orang tua
    Misalnya: bermain bola, bermain lompat tali, atau bermain tebak kata dengan kartu-kartu.

Hindari sedapat mungkin mainan yang mempergunakan baterai pada usia balita, karena akan mengurangi aktivitas motorik mereka. Membiarkan anak-anak berlarian di halaman jauh lebih baik daripada membiarkan mereka hanya terduduk melihat mobil-mobilan elektrik berjalan dengan bantuan remote control.

Tips Bermain

* Ingatlah, bayi senang memasukkan segala sesuatu ke dalam mulutnya. Pastikan semua mainannya aman. Hindari mainan berujung runcing, mudah patah, mengandung racun (catnya), dan berukuran kecil. Jangan lupa cuci mainan sebelum digunakan.

* Untuk bayi usia 3-6 bulan, cukup beri satu mainan pada satu waktu bermain. Untuk yang berusia 6-10 bulan, beri ia tak lebih dari 5-6 mainan kecil atau 1-2 mainan besar pada satu waktu bermain. Bayi, kata ahli, menyukai benda-benda yang familiar. Jadi, pilihkan mainan-mainan yang agak mirip satu sama lain. Perlu waktu beberapa minggu baginya untuk menunjukkan ketertarikannya pada sebuah mainan baru yang tak mirip dengan banyak mainannya yang lama.

* Beri ia banyak rangsangan dengan menyediakan mainan atau benda-benda untuk memperkaya pengalamannya. Makin banyak rangsangan yang Anda berikan, perkembangannya akan lebih cepat. Ia pun akan kaya pengalaman sebagai bekalnya nanti untuk melakukan problem solving dan berkomunikasi.

* Anda harus kreatif karena tak semua alat permainan tersedia di pasar dan harga kerap jadi masalah. Tak ada salahnya membuat sendiri alat permainan dengan menggunakan bahan-bahan yang tersedia di rumah. Bola dari kain yang diisi kapas, buku dari sisa kain, misalnya.

* Bagaimanapun senang dan gembiranya ia bermain bersama Anda, ia perlu istirahat. Kita harus tanggap terhadap isyarat yang ia berikan. Jika ia menangis, mungkin ia sudah lelah.

* Terakhir, yang paling penting, tugas mengajak si kecil bermain bukan monopoli tugas ibu, tapi juga ayah karena perlakuan ayah dan ibu pasti berbeda terhadap anak. Lagipula, merawat dan mendidik si kecil, tugas bersama ayah dan ibu, bukan?

Sumber :Anakkita, pustakanilna

0 komentar on "Main yuuk..."

Posting Komentar

Bukan komentar sara dan pornografi

 

Cerita Bintang Copyright 2008 All Rights Reserved Baby Blog Designed by Ipiet | All Image Presented by Tadpole's Notez